Kisah Mistis Pesugihan Umbel Molor: Pesugihan Gagal dengan “DP 0%” yang Tidak Laku-Laku

Pesugihan umbel molor adalah salah satu kisah rakyat dari daerah Banyumas yang terkenal… bukan karena menakutkan, tapi karena kocak dan absurd. Jika biasanya cerita pesugihan identik dengan syarat berat dan nuansa seram, versi ini justru membuat pembacanya geleng-geleng sekaligus tertawa.

Tenang, cerita ini hanyalah folklore masyarakat—bukan untuk diyakini, apalagi dipraktikkan. Jadi aman untuk dibaca sebagai hiburan dan pengetahuan budaya lokal. 



Asal Usul Pesugihan Umbel Molor

Konon, di sebuah bukit kecil di Banyumas bernama Bukit Kebo Kuning (Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas), masyarakat dahulu sering menceritakan tentang sosok hantu yang disebut Memedi Umbel Molor.

Kenapa namanya unik? Karena makhluk ini digambarkan sebagai kakek tua berwajah seram, tapi hidungnya tidak pernah berhenti mengeluarkan ingus. Betul—nonstop meler, seperti kran bocor.

Masyarakat sekitar meyakini bahwa makhluk tersebut sering menampakkan diri dengan kondisi "umbel ngglocor" (ingus molor), sehingga muncullah nama legendaris:

“Umbel Molor”

Sudah serem, jorok pula—kombo yang cukup sukses membuat anak-anak cepat masuk rumah saat maghrib.


Awal Mula Jadi Cerita Pesugihan

Menurut kisah masyarakat, si Umbel Molor ini konon merasa bosan dengan "penyakit" ingus tidak ada habisnya itu. Maka muncullah ide nyeleneh:

Ia menawarkan kekayaan melimpah dengan syarat super ringan, yaitu:
“Maukah engkau menerima transfer penyakit melerku?”

Tidak ada tumbal, tidak ada ritual angker, tidak ada pantangan aneh.
Bahkan ini bisa disebut pesugihan DP 0%, tanpa cicilan, hanya transfer penyakit hidung meler.

Kalau dipikir-pikir, syaratnya memang ringan… tapi juga menjengkelkan.


Mengapa Pesugihan Ini Tetap Gagal?

Walaupun syaratnya tidak seberat kisah-kisah pesugihan lainnya, tetap saja tidak ada seorang pun yang mau menerima tawaran itu.
Alasannya simpel:

  • Tidak ada yang mau kaya tapi hidup dengan “hidung mode bocor selamanya”.

  • Masyarakat juga tahu bahwa ini hanya cerita rakyat yang mengandung pesan moral.

  • Dan tentu saja, dalam ajaran Islam, pesugihan jenis apa pun jelas tidak boleh—apalagi sampai bertukar penyakit dengan makhluk gaib.

Maka lengkaplah sudah:

Pesugihan Umbel Molor = Pesugihan Gagal Paling Lucu di Banyumas


Pesugihan Lain yang Lebih Terkenal (dan Lebih Seram)

Sebagai perbandingan cerita rakyat, masyarakat dahulu lebih mengenal legenda seperti:

  • Ratu Laut Utara / Gusti Dewi Lanjar yang disebut-sebut meminta tumbal tertentu dalam mitos Jawa kuno.

  • Nyai Roro Kidul, sosok legendaris yang kerap dikaitkan dengan syarat berat seperti “sukma” atau tumbal lainnya.

Tentu, semua ini hanyalah mitologi Jawa. Bagi muslim, kisah-kisah ini cukup dijadikan hiburan budaya dan sumber pelajaran, bukan diyakini.


Boleh Ditelusuri Sebagai Wisata Cerita Rakyat

Jika Anda penasaran, Bukit Kebo Kuning benar-benar ada dan bisa dikunjungi sebagai tempat wisata alam sekaligus penelusuran folklore.
Kalau bertemu warga sepuh setempat, Anda mungkin bisa mendengar versi cerita yang lebih panjang, lebih lucu, atau lebih seram (tergantung siapa yang bercerita).

Namun, sekali lagi:
Kisah ini hanyalah bagian dari budaya lokal, bukan ajaran yang harus dipercaya.


Pesan Moral dari Kisah Umbel Molor

  • Jangan mudah percaya pada jalan instan menuju kekayaan.

  • Kekayaan yang baik datang dari usaha halal.

  • Cerita mistis sering dibuat sebagai pengingat atau sindiran sosial.

  • Dan yang terpenting:
    Lebih baik hidup sederhana daripada kaya tapi hidung meler seumur hidup.